Platform kerja tim kintone

Perusahaan dan Organisasi

21.Mar.2020 12:32

Pesan dari Osamu Yamada, Wakil Presiden Eksekutif Cybozu dan Presiden Kintone Corporation

Ketahui Dahulu, Berikan Kepercayaan Kemudian : Prinsip Teamwork Jepang dalam “Koumeiseidai”

Di antara kolega di tempat kerja, ada nilai-nilai yang dipandang lebih penting daripada kepercayaan. Saling percaya adalah pengemulsi yang membantu anggota tim agar saling terhubung, ragi memungkinkan tim untuk naik, dan saus khusus akan memberikan rasa yang unik pada masing-masing tim. Selain kiasan kuliner, kepercayaan dipuji oleh banyak pemimpin terhormat sebagai sine qua non (syarat mutlak) untuk kerja tim yang benar-benar efektif.

Tetapi berdasarkan pengalaman saya selama puluhan tahun sebagai manajer dan sebagai pimpinan perusahaan teknologi besar di Jepang, saya percaya bahwa hal tersebut tidak benar. Kepercayaan memang bagus untuk dimiliki, tetapi bukan sebagai faktor penentu bagi teamwork yang efektif. Pada kenyataannya, kami bisa membahayakan tim dan bukannya membawa kebaikan jika memperdaya diri sendiri dengan berpikir bahwa, kantor kami perlu memelihara tingkat koneksi spiritual yang sama dengan tim pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat.

Kepercayaan mengandalkan keyakinan terhadap satu dan lainnya

Dalam bahasa Jepang asli saya, kata trust (信頼) adalah kombinasi dari kata kerja “percaya” (信じる) dan “mengandalkan” (頼る). Saya menemukan kombinasi ini sebagai deskripsi yang pas tentang apa artinya memercayai seseorang : Saya percaya pada kemampuan anda untuk melakukan sesuatu, dan mengandalkan anda untuk melakukan tugas sesuai berdasarkan keyakinan tersebut.

Jika kita benar-benar menghargai kepercayaan dalam suatu perusahaan, maka setiap karyawan harus percaya dan mengandalkan setiap karyawan lainnya. Sebagai seorang individu, saya harus memahami apa yang diharapkan oleh setiap orang yang bekerja dengan saya, dan bekerja keras untuk membuktikan kepada setiap orang bahwa saya dapat memenuhi harapan tersebut.

Saya pikir standar yang tinggi tidak diperlukan dan tidak praktis. Karena pada intinya, efektivitas tim berasal dari motivasi individu para anggota. Tingkat tertinggi motivasi individu bisa muncul dengan menemukan titik temu antara apa yang bisa dilakukan, apa yang ingin dilakukan, dan apa yang harus dilakukan. Ketika kita terlalu fokus pada kepercayaan, maka kita terlalu banyak memberikan tekanan pada bagian “apa yang harus dilakukan” dari persamaan yang ada, yang pada waktunya dapat menyebabkan runtuhnya seluruh fondasi pada motivasi.

Prinsip Jepang pada Koumeiseidai

Jadi jika bukan kepercayaan, apa saja faktor yang dapat meningkatkan motivasi dan membuat tim lebih efektif ? Saya percaya tujuan terpenting bagi setiap pemimpin adalah untuk memastikan setiap anggota timnya beresonansi dengan ideologi yang sama — yaitu bahwa setiap orang digerakkan oleh visi yang sama. Kepercayaan tidak banyak membantu jika kita semua bergerak ke arah yang berbeda, atau tidak yakin tentang tujuan mendasar dari apa yang kita lakukan. Langkah pertama ini bisa memakan waktu bertahun-tahun, dan bahkan ketika hal tersebut telah tercapai, kita tidak boleh meremehkannya.

Untuk tim yang berhasil melewati langkah pertama, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah berbagi peran dan tanggung jawab secara efisien. Pembagian tugas ini membutuhkan otonomi – dalam arti anggota individu harus memiliki keterampilan dan pola pikir untuk melaksanakan tugas mereka secara mandiri dan bertanggung jawab – dan melakukan debat terbuka.

Menerapkan aturan dan kebijakan yang didasarkan pada prinsip-prinsip otonomi dan debat terbuka akan membantu membangun budaya perusahaan yang terbuka, jujur, dan transparan dalam berkomunikasi dengan orang dewasa yang penuh tanggung jawab — budaya ini dalam bahasa Jepang disebut koumeiseidai (公明正大).

Koumeiseidai adalah kombinasi dari empat karakter Jepang untuk umum (公), jelas (明), jujur (正), dan besar (大). Dengan kata lain, kita harus berusaha membuat pikiran dan tindakan kita terbuka, sehingga cukup jelas bagi siapa pun untuk memahaminya, jujur pada kebenaran masalah, dan menyampaikannya dengan suara yang cukup keras agar semua yang berkepentingan bisa mendengar.

Dalam budaya koumeiseidai, penghargaan tertinggi dibayarkan dengan berbagi informasi secara terbuka, mengetahui siapa yang harus melakukan apa, siapa yang bisa melakukan apa, dan siapa yang ingin melakukan apa — dengan kata lain, tim akan menemukan tiga pilar motivasi untuk setiap anggota.

Jalan menuju persatuan dan saling memahami

Saya mengerti mengapa begitu banyak pemimpin yang menaruh kepercayaan sebagai landasan : Kepercayaan membuat orang lebih dekat. Ketika anggota tim saling percaya, mereka merasa aman, yang pada waktunya dapat meningkatkan produktivitas. Namun, kepercayaan juga memiliki beberapa kelemahan yang sering diabaikan.

Jika anda memercayai saya dengan cara tertentu, pada akhirnya saya mungkin harus melakukan upaya yang signifikan untuk mengubah perilaku saya hanya untuk memenuhi harapan anda. Dengan kata lain, saya mungkin harus mengubah siapa saya agar layak mendapatkan kepercayaan anda, dan kegagalan untuk melakukannya bisa mengakibatkan konsekuensi yang parah bagi saya, baik secara profesional maupun secara emosional.

Jika anda pernah berada dalam posisi di mana anda harus “berkorban untuk tim,” anda tentu mengerti apa yang saya bicarakan. Kita sering diberi tahu bahwa pengorbanan diri untuk tujuan yang lebih besar itu baik, bahwa itu adalah pertanda kesetiaan — tetapi saya tidak setuju. Pengorbanan diri menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah dengan pengoperasian tim. Pengorbanan ini mungkin setara dengan kursus bisnis kelas pemula, tetapi pada akhirnya harus diperlakukan sebagai gejala disfungsi dalam perusahaan, bukan sebagai alat untuk membangun kepercayaan dan loyalitas.

Pendekatan koumeiseidai dilakukan untuk membangun tempat bagi tim yang hebat, yang saling mengenal satu dan lainnya, melebihi rasa saling percaya. Ketika anda menghargai satu dan lainnya dengan saling mengenal terlebih dahulu, anda menjadi sadar akan kekuatan dan kelemahan masing-masing dari aspirasi dan motivasi masing-masing, dan dengan melakukan itu anda bisa mengurangi jarak antara anggota tanpa memberikan beban yang tidak semestinya kepada orang lain, yang berasal dari ekspektasi yang berlebihan.

Mengalihkan fokus dari kepercayaan untuk membentuk tim mungkin terdengar dingin bagi kebanyakan orang, tetapi saya percaya bahwa ini adalah bentuk penghormatan utama terhadap keragaman dan individualitas. Jika kepercayaan akan menarik anda ke ekspektasi orang lain, koumeiseidai mendorong kita semua untuk memahami perbedaan yang melekat pada setiap individu, dan menggunakan perbedaan itu sebagai batas yang menentukan apa yang dapat kita harapkan antara satu dan lainnya.

Sekali batasan tersebut ditetapkan dan selama tim kami memenuhi prasyarat untuk digerakkan oleh visi yang sama, anggota tim akan mulai merasakan keamanan psikologis dan kesadaran terhadap tujuan, yang merupakan landasan sejati bagi teamwork yang hebat. Seiring dengan waktu, tim yang beroperasi di lingkungan yang kaya dan positif ini akan mengembangkan rasa persatuan yang unik : hubungan kemanusiaan yang mendalam, yang sering kita dengar di panggung TED dan majalah bisnis.

Jika tim kami dapat mengembangkan dan membagikan rasa persatuan yang erat tersebut, sejujurnya kepercayaan hanyalah sebagai topping tambahan yang digunakan untuk mempercantik saja.

Osamu Yamada adalah Wakil Presiden Eksekutif Cybozu dan Presiden Kintone Corporation yang merupakan perusahaan afiliasi di Amerika Serikat. Osamu memulai karirnya pada tahun 1992 dengan bekerja di The Industrial Bank of Japan. Pada tahun 2000 beliau bergabung dengan Cybozu dan menjadi penanggung jawab di departemen yang menangani urusan keuangan, personalia dan general affairs. Beliau membentuk aturan kepersonaliaan dan aturan pelatihan pendidikan yang saat ini digunakan oleh kedua perusahaan. Pada tahun 2014, sebagai bagian dari rencana perusahaan untuk ekspansi global, beliau pindah ke San Fransisco untuk membantu mendirikan badan hukum lokal sebagai afiliasinya. Hingga saat ini beliau masih menetap di San Fransisco.

SNS Share