Platform kerja tim kintone

Cara kerja dan Cara hidup

28.Aug.2020 19:03

Anda berjuang untuk apa?

Saat memulai hal baru, yang dibutuhkan adalah keberanian di awal. Biarkan saja orang-orang menganggap kita “suka mengatakan hal-hal aneh”──Robert Campbell ×Ayaka Hironaka

Meskipun tidak ingin mempedulikannya, tetapi pada akhirnya tetap peduli juga dengan pendapat orang lain. Ini mungkin tidak hanya disebabkan oleh sifat orang Jepang, tetapi dipengaruhi juga oleh “karakter alami” orang Jepang yang sudah menonjol sejak dulu, dan suasana yang terbentuk karena karakter alami tersebut.

Mr. Robert Campbell, peneliti sastra Jepang dan Ms. Ayaka Hironaka yang dikenal aktif di acara televisi dan radio, serta menulis serial essay, berbincang-bincang mengenai tema “Apakah anda perlu “berjuang” sampai sejauh itu?”. Di episode yang sebelumnya, mereka berdua telah berbicara mengenai tips agar bisa beraktivitas dengan bebas tanpa mempedulikan “dunia luar”. Di episode kedua ini, mereka akan berpikir tentang cara agar orang-orang di zaman modern yang terikat dengan peran bisa menjadi lebih santai, dengan mengacu pada “karakteristik alami orang Jepang”.

Masyarakat Jepang adalah masyarakat yang mempedulikan “bentuk” dan mementingkan peranan

  • Campbell

    Banyak orang yang peduli dengan pendapat orang lain. Apakah ini menunjukkan bahwa kebanyakan orang terlalu memaksakan diri di tempat kerjanya?

  • Hironaka

    Terkadang saya memang merasakan adanya tekanan sosial (peer pressure).

  • Campbell

    Jika tidak melakukan hal yang sama dengan orang lain, mungkin akan kehilangan kesempatan. Suasananya seperti itu, ya?

  • Hironaka

    Tidak hanya di tempat kerja saja, tetapi untuk pendidikan di sekolah dan rumah pun saya merasakan hal yang sama.

  • Campbell

    Sejak dulu, masyarakat Jepang adalah “masyarakat yang mementingkan peranan”. Oleh karena itu, orang akan merasa tabu jika melenceng dari pekerjaan atau peranan yang diharapkan oleh orang lain.

Robert Campbell. Peneliti sastra Jepang. Kepala National Institute of Japanese Literature. Spesialisasinya di bidang sastra Jepang periode modern awal dan modern. Selain menjadi pembawa acara dan komentator berita di TV, beliau juga aktif dalam berbagai bidang seperti menulis serial di koran dan majalah, mereview buku, merencanakan dan menghadiri acara di radio, dll.

  • Campbell

    Paling tidak, di zaman Edo terdapat stratifikasi sosial yang disebut “Shinokosho”

    Corak dan pola kimono, jenis kain, dan perilaku… Bentuk-bentuk seperti itu telah ditentukan sesuai dengan kondisi sosial ketika dilahirkan. Jadi, ada kekuatan yang memaksa untuk menyamakan kedudukan sosial dengan penampilannya.

  • Hironaka

    Semuanya bisa terlihat dari penampilannya, ya.

  • Campbell

    Stereotip seperti itu memang bukanlah hal yang buruk. Karena melawan stereotip juga merupakan hal yang berat. Misalnya seperti Gennai Hiraga (※), yang tidak mendapatkan penilaian dari orang lain secara adil, sehingga menderita penyakit mental dan meninggal.

    Tetapi tidak seperti Jepang zaman sekarang yang bisa memberikan penilaian tinggi terhadap peranan yang sempit seperti “penyiar wanita”, “dokter wanita”,dll., di Jepang zaman dahulu, hal-hal seperti itu masih jarang terlihat.

  • ※ Seorang penemu, sastrawan, pembuat tembikar, pelukis, ahli herbal (farmakologi dan ahli tumbuhan), enterpreneur, dan penambang yang hidup di periode Edo tengah. Memiliki bakat yang beragam dan dikenal juga sebagai orang yang pertama kali membuat generator elektrostatik “erekiteru”.

Khawatir “jangan-jangan saya tidak bisa diterima seperti yang saya inginkan”.

  • Campbell

    Saya pernah menyatakan bahwa saya adalah seorang gay, sehingga sering menerima konsultasi dari kaum minoritas seksual.

    Kebanyakan dari mereka mengatakan “tidak bisa berterus terang tentang orientasi seksual mereka di tempat kerja”.

    Bukan berarti mereka harus jujur tentang kondisinya, tetapi maksud mereka adalah “jika atasannya di tempat kerja tidak bisa memahaminya, mereka bisa kehilangan kesempatan untuk maju”.

  • Hironaka

    Ada kekhawatiran seperti itu, ya….

  • Campbell

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa menyaksikan para artis yang tergolong dalam kaum minoritas seksual di TV.

    Di Eropa dan Amerika, pernyataan “Saya adalah kaum minoritas seksual” bisa tidak mempengaruhi pekerjaannya. Tetapi jika dilihat dalam skala dunia, hal tersebut masih sulit untuk diterima.

    Jadi, samar-samar ada kekhawatiran “jangan-jangan saya tidak bisa diterima seperti yang saya inginkan”

  • Hironaka

    Kekhawatiran yang tidak kasat mata, ya.

  • Campbell

    Betul. Dan ini tidak terbatas pada golongan minoritas seksual.

    Jika dikomentari “Dia sedikit berbeda, ya”, rasanya seperti tidak bisa bangkit kembali dari keterpurukan.

Menghargai “perbedaan dengan orang lain” dengan menggunakan metode penilaian positif,

  • Hironaka

    Saya rasa kecenderungan untuk menilai orang lain yang “tidak umum” sebagai hal yang negatif juga memiliki pengaruh.

    Saat ini saya bekerja di posisi yang lebih rendah dari manajemen tingkat menengah. Dari posisi itu pun, saya bisa melihat bahwa metode penilaian yang diterapkan di dalam organisasi cenderung mengarah pada “metode penilaian negatif”.

Ayaka Hironaka. Penyiar TV Asahi. Sudah bekerja selama 8 tahun. Selain menjadi asisten peneliti di acara “Selamat datang orang yang sangat langka” dan penyiar utama di “Radio Hironaka” (TV Abema), beliau juga menulis serial essay di “Hanako.tokyo”.

  • Campbell

    Saya sangat mengerti.

  • Hironaka

    Ketika masih menjadi karyawan baru, saya sampai merasa terpuruk dan merasa “mengapa saya tidak bisa apa-apa, ya….”

  • Campbell

    Begitu, ya.

  • Hironaka

    Tetapi semakin banyak pengalaman yang dimiliki, saya semakin bisa memutuskan bahwa “daripada saya kerjakan sendiri, lebih baik diserahkan saja ke orang yang bisa melakukannya”.

  • Campbell

    Pola pikir seperti itu sangatlah penting. Jadi, anda sudah bisa berpikir sebagai tim.

  • Hironaka

    Jika kita bekerja dalam organisasi, hampir tidak ada pekerjaan yang bisa diselesaikan seorang diri.

    Oleh karena itu saya menyadari bahwa lebih baik fokus pada hal yang saya kuasai agar tim bisa berfungsi dengan baik.

  • Campbell

    Anda menggunakan metode penilaian positif, ya. Itu bagus sekali.

    Ms. Hironaka saat ini sudah bekerja selama 8 tahun, ya. Pemikiran tersebut juga menjadi hal yang penting ketika Ms. Hironaka berada di posisi yang lebih tinggi di 5 tahun ke depan.

    Ketika mengikuti rapat, saya juga terkadang merasakan adanya “metode penilaian negatif”, dari perkataan orang lain.

  • Hironaka

    Begitu, ya.

  • Campbell

    Saya tidak langsung membantah komentar negatif tersebut dengan mengatakan “Tetapi dia juga memiliki sisi baik seperti ini”, melainkan berupaya untuk menahannya dulu di dalam hati.

  • Campbell

    Misalnya ada orang yang dikomentari “memiliki sisi negatif seperti ini”, saya akan berpikir “kalau begitu, apa yang bisa dilakukan oleh orang ini? Selama ini dia telah melakukan apa saja?”. Karena sudah sewajarnya manusia memiliki sisi baik dan sisi buruk.

    Jika semakin banyak orang yang bisa menerapkan hal ini, terutama orang yang membawahi sebuah tim, saya rasa semua orang akan merasa lebih santai dibandingkan saat ini.

Jangan takut untuk jatuh. Anda tidak harus “bebas dari luka”.

  • Hironaka

    Apakah tekanan sosial yang kuat merupakan karakteristik alami dari budaya Jepang?

  • Campbell

    Sebenarnya tidak hanya di Jepang saja yang orang-orangnya berjuang terlalu keras akibat mempedulikan pendapat orang lain akibat tekanan sosial.

    Hanya saja, Jepang telah membangun pola pendidikan umum yang searah dan hampir tidak ada celahnya. Itu menunjukkan Jepang memiliki budaya yang sangat memperhatikan pemerataan kemampuan.

    Budaya ini memiliki sisi baik dan sisi buruk. Jika kita pikirkan apakah kemampuan ini dibutuhkan di 5 tahun dan 10 tahun mendatang, mungkin menggunakan perusahaan seperti Ms. Hironaka akan membawa kebaikan baik untuk individu maupun untuk perusahaan.

  • Hironaka

    Jadi, akan lebih baik jika masing-masing individu bisa melakukan banyak pergerakan, ya?

  • Campbell

    Masyarakat Jepang lambat untuk melakukan perubahan. Jika hanya menunggu sambil berpikir suatu saat masyarakat akan berubah, maka tidak akan ada perubahan.

    Oleh karena itu, seharusnya masing-masing individu melakukan pergerakan setelah menyadari adanya masalah. Setelah berhadapan dengan masalah yang “perlu dirubah”, masing-masing orang perlu memiliki keberanian untuk menyerukan perubahan tersebut.

  • Hironaka

    Budaya Jepang yang menganggap “sama dengan orang lain” adalah hal yang baik telah berakar dengan kuat, sehingga membutuhkan keberanian yang besar untuk melakukan hal seperti itu.

  • Campbell

    Di Jepang, dengan alasan tidak ingin mengganggu “ketenangan” dan tidak ingin membuat sekelilingnya ribut akibat perkataannya, orang jadi sulit untuk memulai pergerakan.

    Tetapi gerakan yang dimulai dari hal-hal yang menguntungkan dirinya sendiri, kebanyakan malah bermanfaat juga bagi orang yang berada di sekelilingnya.

    Akan lebih baik jika kita bisa berpikir dengan kepala dingin, tentang apa yang akan dihasilkan oleh tindakan kita, dan akan kembali ke diri sendiri dalam bentuk seperti apa.

  • Hironaka

    Begitu, ya.

  • Campbell

    Ketika Ms. Hironaka memberanikan diri untuk melakukan sesuatu, apakah sempat mengkhawatirkan pendapat orang lain atau penolakan?

  • Hironaka

    Saya sempat merasakan “Aduuuuhhhh”, sakit banget ya, walaupun hanya sesaat.

  • Hironaka

    Tetapi seperti peribahasa “malu bertanya sesat di jalan”, jika memikirkan timbal-baliknya dalam jangka panjang, saya merasa lebih baik menyuarakan pendapat dengan jelas agar orang-orang di tempat kerja juga bisa mengerti saya ini orang yang seperti apa.

  • Campbell

    Betul sekali.

  • Hironaka

    Jujur saja, saya hanya membutuhkan keberanian di awal saja. Setelah 2, 3 kali mengulangi hal tersebut, akhirnya terbiasa dan orang-orang di sekitarnya juga bisa memahami

    Saya pikir, biarkan saja orang-orang menganggap saya “suka mengatakan hal-hal aneh”

  • Campbell

    Orang-orang sering menganggap saya sebagai “orang yang menguasai banyak hal”, padahal ada hal yang tidak saya ketahui sama sekali atau komentar saya pun bisa salah.

    Jika ada kesalahan, saya pasti akan mengevaluasinya, tetapi saya juga tidak takut untuk jatuh dan mencoba untuk mengatakan “menurut saya seperti ini”.

    Di situ, saya malah merasa banyak orang yang mempercayai saya. Oleh karena itu, terkadang jatuh ringan juga merupakan hal yang penting.

  • Hironaka

    Sedikit kelemahan yang kita tunjukkan juga bisa menjadi daya tarik bagi orang lain, ya.

  • Campbell

    Dibandingkan benda yang mulus tanpa kuman, terkadang yang berbulu, kasar, dan tidak sempurna malah memiliki daya tarik tersendiri.

    Dan meskipun saya bisa mengerti perasaan “tidak ingin terluka sama sekali”, tetapi sebelum kita tiba-tiba terluka parah, lebih baik terjatuh sedikit untuk memberikan kekebalan mental.

    Meskipun sulit juga untuk mengontrol agar jatuhnya tidak terlalu parah.

  • Perencanaan : Mina Samejima (Cybozu), Penulis : Monaka Sonoda : Dokumentasi : Moronon, Penyunting : Nanae Matsuo (Note)

    Artikel ini berasal dari Cybozu Style yang dicetak ulang.

    https://cybozushiki.cybozu.co.jp/

Daftar tag

SNS Share