Platform kerja tim kintone

Cara kerja dan Cara hidup

24.Sep.2020 11:32

Anda berjuang untuk apa?

Anda bekerja terlalu keras akibat memedulikan “pendapat dunia luar”? Saya merubah pola pikir tersebut dengan “memanfaatkan perusahaan untuk berkarya“ ──Robert Campbell ×Ayaka Hironaka

“Asalkan ada semangat, pekerjaan seperti ini pasti bisa diselesaikan”. Tetapi, apakah anda memang perlu “bekerja keras” untuk mengerjakannya?

Orang terlalu “memaksakan diri” di pekerjaannya atau tidak bisa menolak meskipun tidak setuju, karena percaya bahwa “ini adalah hal yang “wajar” untuk dilakukan oleh semua orang”, atau karena bertindak sesuai keinginan orang lain akibat terlalu memedulikan pendapat orang sekitar.

Mungkin ini bukan masalah perorangan, tetapi disebabkan oleh karakteristik alami budaya Jepang yang sudah ada sejak dulu…

Kami mencoba melemparkan pertanyaan tersebut kepada Mr. Robert Campbell yang sangat memahami kebudayaan Jepang, dan Ms. Ayaka Hironaka yang dikenal sebagai penyiar TV Asahi yang mandiri dalam menjalani karirnya, aktif di variety show dan sebagai kolumnis, serta Youtuber.

Di bagian pertama ini, mereka berdua akan membahas tema : Akibat teralu memedulikan pendapat dunia luar, orang Jepang jadi “melakukan kerja keras yang tidak dibutuhkan”.

Bukankah kita cukup “bekerja keras” hanya untuk hal-hal yang berkaitan langsung dengan pekerjaan saja?

  • Campbell

    Saya sangat menantikan wawancara hari ini.

  • Hironaka

    Terima kasih! Saya juga sangat menantikannya.

  • Campbell

    Hari ini saya akan memulai pembicaraan dengan membahas “apa definisi dari kerja keras”.
    Bentuk kerja keras bisa berbeda-beda, tergantung dari waktu yang disediakan maupun lingkungannya. Tetapi ada sebuah fakta yang menunjukkan bahwa ratio bunuh diri yang tinggi di Jepang didominasi oleh generasi muda.

  • Hironaka

    Menurut anda, ada kemungkinan bahwa “kerja keras” tersebut yang mendorong mereka untuk melakukan itu, ya.

  • Campbell

    Kalau menurut Ms. Hironaka sendiri, apa definisi dari “kerja keras?”.

  • Hironaka

    Ketika mendengar tema wawancara kali ini adalah “kerja keras yang tidak dibutuhkan”, saya jadi teringat junior saya yang berkonsultasi tentang coklat yang akan diberikan di hari Valentine.

Ayaka Hironaka. Penyiar TV Asahi. Sudah bekerja selama 8 tahun. Selain menjadi asisten peneliti di acara “Selamat datang orang yang sangat langka” dan penyiar utama di “Radio Hironaka” (TV Abema), beliau juga menulis serial essay di “Hanako.tokyo”.

  • Campbell

    Memberikan coklat?

  • Hironaka

    Iya. Ada yang berkonsultasi kepada saya dengan menanyakan “Saya harus menyiapkan coklat untuk siapa saja, ya? Karena saya ingin mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua orang yang bekerja sama dengan saya, sehingga saya akan bekerja keras untuk menyiapkannya!”.

  • Campbell

    Jadi, dia ingin menyampaikan rasa terima kasihnya dengan cara seperti itu.

  • Hironaka

    Betul sekali. Tetapi menurut saya, tidak perlu sampai begitu. Saya dulu juga memiliki pemikiran yang sama dengan dia, sehingga bisa memahaminya.

    Menurut saya, rasa terima kasih dalam pekerjaan tidak perlu disampaikan melalui coklat, tetapi lebih baik disampaikan saja melalui kerja keras yang berhubungan langsung dengan pekerjaan.

  • Campbell

    Wah, saya jadi kena juga.

  • Hironaka

    Masa! (sambil tertawa)

  • Campbell

    Tidak apa-apa, silakan dilanjutkan (sambil tertawa)

  • Hironaka

    Sejak awal, saya adalah orang yang “tidak suka melakukan kerja keras yang sia-sia”.

  • Campbell

    Ada berbagai macam kerja keras, seperti “kerja keras yang sia-sia”, “kerja keras karena terpaksa”, “kerja keras yang benar-benar ingin dilakukan”, dll. Apakah anda bisa membedakannya?

  • Hironaka

    Saya mulai bisa memahaminya.

    Mungkin perkataan saya ini seperti orang yang tidak peduli, tetapi menurut saya, kalau orang sudah mengerjakan kewajibannya, orang tersebut tidak boleh disalahkan jika memiliki kekurangan di luar kewajibannya.

    Alangkah baiknya jika kita bisa berkonsentrasi terhadap tugas yang diberikan dan dinilai berdasarkan hasilnya.

  • Campbell

    Begitu, ya. Karena bisa mengerjakan kewajiban adalah hal yang luar biasa,ya.

Ungkapan “Otsukaresama” ditujukan kepada orang yang lelah. Ini adalah self hypnosis untuk menganggap “bekerja keras adalah hal yang wajar”.

  • Campbell

    Tetapi secara pribadi, manusia bukanlah makhluk yang sekuat itu.

    Makanya, mereka akan saling menyapa di tempat kerja, sengaja membuat ruang atau waktu luang dsb. sebagai tempat pemanasan untuk menghadapi komunikasi sehari-hari.

Robert Campbell. Peneliti sastra Jepang. Kepala National Institute of Japanese Literature. Spesialisasinya di bidang sastra Jepang periode modern awal dan modern. Selain menjadi pembawa acara dan komentator berita di TV, beliau juga aktif dalam berbagai bidang seperti menulis serial di koran dan majalah, mereview buku, merencanakan dan menghadiri acara di radio, dll.

  • Hironaka

    Iya, saya bisa memahaminya.

  • Campbell

    Sebenarnya “lelah karena kerja terlalu keras” atau “kerja keras yang sia-sia” muncul bukan karena pekerjaan itu sendiri, tetapi akibat penilaian atau hubungan interpersonal.

    Oleh karena itu, penting untuk menentukan “kadar kerja keras” yang akan dilakukan, seperti yang dikatakan Ms. Hironaka.

    Saya sering mendengar orang-orang di sekeliling saya merasa lelah dalam berkomunikasi, karena memiliki asumsi “Jangan-jangan orang lain salah paham tentang saya”, “Jangan-jangan maksud saya tidak tersampaikan dengan baik”, atau lelah akibat “penilaian” orang lain.

  • Hironaka

    Apakah hal seperti itu juga terjadi di tempat lain, selain Jepang?

  • Campbell

    Menurut saya begitu. “lelah karena hubungan interpersonal” adalah hal yang umum terjadi di setiap negara.

  • Hironaka

    Begitu, ya.

  • Campbell

    Hanya saja, di Jepang ada budaya yang mengganggap bahwa “bekerja terlalu keras adalah hal yang wajar”.

    Ungkapan yang menunjukkan hal itu adalah “otsukaresama (terima kasih atas kerja keras anda)”. Profesi saya membuat saya berkunjung ke berbagai tempat bisnis, tetapi tidak ada tempat yang mengucapkan kata “otsukaresama” berkali-kali sebanyak stasiun TV.

  • Hironaka

    Saya sependapat dengan anda (sambil tertawa).

  • Campbell

    Sebenarnya kata ini tidak memiliki arti yang mendalam. Ini hanyalah sebuah alat untuk mengakhiri sesuatu dan menyambungnya ke hal berikutnya.

    Dan jika diartikan langsung ke dalam bahasa Inggris, artinya menjadi “You look tired”.

  • Hironaka

    Anda terlihat lelah, ya?

  • Campbell

    Betul. Jika dikatakan berkali-kali, orang yang tadinya tidak lelah pun lama-kelamaan akan memasang wajah yang lelah.

    Mungkin bekerja terlalu keras seperti “kemarin hanya tidur 3 jam”, atau “tidak sempat makan” dianggap sebagai hal yang wajar, sehingga self hypnosis untuk “menunjukkan dirinya yang kelelahan” menyebabkan anda benar-benar merasa lelah.

Setelah menyadari banyaknya tenaga dan pikiran yang telah dicurahkan untuk peusahaan”, pola pikir saya berubah menjadi “mari manfaatkan perusahaan untuk berkarya”.

  • Campbell

    Menurut sebuah penelitian, rasio pebisnis Jepang yang memiliki self-improvement yang rendah tetapi ingin bekerja dalam waktu yang lama di perusahaan, jumlahnya lebih banyak jika dibandingkan di luar negeri.

  • Hironaka

    Seharusnya para karyawan bisa memanfaatkan perusahaan agar bisa berguna untuk dirinya sendiri, ya.

  • Campbell

    Itu adalah ide yang bagus bagi perusahaan. Saya ingin memiliki karyawan seperti anda !

  • Hironaka

    Benar kah? Terima kasih (sambil tertawa)

  • Hironaka

    Berada di dalam organisasi yang menjadi tempat berkumpulnya puluhan atau ratusan orang adalah sebuah kesempatan bagi kita untuk belajar dari berbagai macam orang, agar bisa memperbaiki diri.

    Dengan begitu, perusahaan bisa dijadikan “tempat untuk merubah diri kita menjadi pribadi yang ideal”.

  • Campbell

    Bagaimana Ms. Hironaka bisa memiliki pemikiran seperti itu?

  • Hironaka

    Yang menjadi pemicunya adalah ketika menyadari bahwa “saya telah mencurahkan segenap tenaga dan pikiran untuk perusahaan”. Oleh karena itu, saya merubah pola pikir saya menjadi “jika saya memang telah mencurahkan segalanya, saya juga harus bisa memanfaatkan perusahaan untuk berkarya”.

  • Campbell

    Begitu, ya.

  • Hironaka

    Setelah itu saya berusaha untuk menyampaikan melalui kata-kata, apa yang ingin saya kerjakan kepada orang-orang di sekitar saya, dan mengerjakan pekerjaan saya dengan kekuatan 120%.

    Karena menurut saya, sebagai orang dewasa kita harus menyelesaikan kewajiban terlebih dahulu sebelum “melakukan hal-hal yang disukai”.

    Dengan begitu, saya merasa bahwa wilayah yang bisa saya jangkau meluas secara perlahan. Saya juga semakin sering diberi kesempatan untuk “mencoba sesuatu”.

  • Campbell

    Itu bagus sekali. Saya juga memilliki pengalaman yang mirip dengan anda.

    Setelah melakukan penelitian hari demi hari dengan tekun dan membuahkan hasil, saya mendapatkan tawaran dari orang yang tidak terduga.

    Ternyata pekerjaan saya bisa berguna di bidang yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. Setelah mendapatkan tempat berpijak yang baru, saya tetap harus melewati jalan yang berliku untuk maju, tetapi rasanya seperti mendapatkan pencerahan untuk menemukan tempat bagi diri saya.

  • Campbell

    Namun ini semua bisa terjadi berkat keberadaan orang lain yang mengamati kita. Tanpa itu, hubungan ini tidak akan terjadi.

  • Hironaka

    Betul sekali.

    Dalam kasus saya, sejak dulu saya memiliki cita-cita menjadi penulis. Tetapi setelah menjadi presenter, saya tidak pernah berpikir untuk menjadikan penulis sebagai profesi, sehingga saya tetap menulis hanya untuk mengisi kesenangan saja.

    Kemudian pada suatu hari, saya memiliki kesempatan untuk bertemu dengan orang yang bekerja sebagai editor, dan memperlihatkan tulisan saya. Setelah itu, pembicaraannya mengalir hingga diputuskan bahwa tulisan saya akan dimuat sebagai serial.

    Jadi, meskipun impian kita masih belum begitu jelas, usaha untuk menuju ke sana tetap penting untuk dilakukan.

“Presenter wanita” hanyalah salah satu kategori dalam “Ayaka Hironaka”.

  • Campbell

    Ketika anda mulai melakukan hal yang disukai, apakah tidak ada keragu-raguan bahwa image anda sebagai “presenter wanita” akan berubah?

  • Hironaka

    Sama sekali tidak ada.

  • Campbell

    Jawabannya cepat sekali!

  • Hironaka

    Karena saya tidak dilahirkan hanya untuk menjadi presenter.

  • Campbell

    Betul sekali.

  • Hironaka

    Manusia bernama “Ayaka Hironaka” telah terbentuk melalui proses akumulasi selama dua puluh tahunan, dan “presenter wanita” hanyalah salah satu kategori yang ditambahkan untuk menyusunnya.

    Oleh karena itu, saya merasa “tidak perlu mengikuti orang lain”. Kalau Mr. Campbell sendiri, apakah merasa khawatir juga untuk melakukan hal-hal yang berbeda dengan image yang ada selama ini?

  • Campbell

    Saya tidak pernah menganggap “diri saya adalah seperti ini”, dan selalu membentuk identitas saya seperti orang yang mengikis dan memahat es.

    Saya bisa memiliki wajah sebagai pengisi variety show, seorang ahli, maupun pendidik. Semua terhubung di inti yang sama, tetapi memiliki beberapa karakter publik.

  • Hironaka

    Begitu, ya.

  • Campbell

    Atau dengan kata lain, penuh dengan ketidakpastian.

    Pekerjaan saya adalah meneliti sejarah ekspresi, kemudian menemukan nilai-nilai di dalamnya, dan menggantikannya dengan ekspresi yang baru untuk menemukan sesuatu yang berbeda, atau untuk menghasilkan nilai. Oleh karena itu, saya merasa bahwa sifat saya sesuai dengan pekerjaan yang saya kerjakan.

    Bagaimana dengan Ms. Hironaka, apakah anda peduli dengan pendapat orang sekitar?

  • Hironaka

    Dari segi profesi, tetap saja ada orang tertentu yang mengkritik apa yang saya lakukan.

  • Campbell

    Saya bisa mengerti.

  • Hironaka

    Saya sempat merasa sakit hati. Tetapi karena saya juga mengerti bahwa suara-suara seperti itu bisa berpengaruh buruk terhadap diri saya, mohon maaf saja, saya langsung melupakannya.

  • Campbell

    Betul, betul.

  • Hironaka

    Saya menjaga baik-baik hubungan dengan orang-orang yang dapat berkomunikasi secara langsung, seperti sahabat atau rekan kerja. Saya suka mendengarkan pendapat atau berbicara dengan orang-orang yang bisa menilai atau memahami saya sebagai seorang pribadi yang bernama Ayaka Hironaka.

  • Campbell

    Jadi, anda memperlihatkan wajah yang berbeda dengan yang ditunjukkan kepada “dunia luar”, ya.

    Saya rasa kita membutuhkan komunitas yang hanya sekedar untuk berkumpul saja, sehingga tidak perlu menyampaikan kata-kata yang dianggap sebagai kata-kata yang “ditujukan kepada dunia luar”. Bahkan menganggap dunia luar sebagai sesuatu yang tidak nyata juga tidak apa-apa.

    Saya juga tidak pernah merasakan apa-apa terhadap kritik yang diberikan oleh orang yang nama aslinya atau kontaknya tidak saya kenal. Mendapatkan pujian pun…. Kalau itu, mungkin sedikit senang, ya (sambil tertawa).

  • Hironaka

    Apakah Mr. Campbell pernah “merasa lelah karena bekerja terlalu keras”?

  • Campbell

    Saya akan refreshing sebelum bekerja terlalu keras.

    Makan makanan yang enak, berolah raga, meminum minuman beralkohol, bermain dengan kucing…. Atau saya juga suka melihat pemandangan yang jauh. Saya akan merasa segar kembali, seperti habis berendam di air panas.

  • Hironaka

    Memang penting untuk memahami diri kita sendiri, seperti apa yang membuat kita stres, apa yang bisa menghiburnya dan apa yang ingin dilakukan, ya.

  • Perencanaan : Mina Samejima (Cybozu), Penulis : Monaka Sonoda : Dokumentasi : Moronon, Penyunting : Nanae Matsuo (Note)


    Artikel ini berasal dari Cybozu Style yang dicetak ulang.

    https://cybozushiki.cybozu.co.jp/

Daftar tag

SNS Share