Platform kerja tim kintone

Perusahaan dan Organisasi

26.Nov.2020 11:51

Perusahaan mana yang membuat anda bisa bekerja dengan bahagia? – Perusahaan dengan pemimpin yang menghormati karyawannya, atau perusahaan yang memiliki tingkat kesejahteraan terbaik di dunia?

Transparansi tanpa tujuan adalah
hal yang tidak berarti?

CEO Great Place to Work
Michael C. Bush

CEO Kintone Corporation
Dave Landa

Semangat untuk bekerja di kantor bisa meningkat apabila pekerjaan dan kebahagiaan bisa saling terhubung. Tetapi orang cenderung memikirkan kebahagiaan dan pekerjaan secara terpisah.

Mr. Michael G. Bush selaku CEO Great Place to Work (disingkat GPTW) mengatakan bahwa hal penting agar bisa bahagia dalam bekerja adalah “Tujuan”, “Penghargaan, dan “Keadilan”.

Seperti apakah “perusahaan yang karyawannya bahagia”? Dave Landa selaku CEO Kintone Corporation (Cybozu Amerika) akan menggali lebih dalam tentang inovasi yang diikuti oleh semua orang, organisasi yang transparan, dan umpan balik yang adil dan mengena.

  • ※Artikel ini merupakan terjemahan yang disadur dari artikel yang dimuat di Kintopia dengan judul “Purpose, Respect, Fairness: The 3 Ingredients for Happiness at Work”.

Tujuan, Penghargaan, dan Keadilan adalah 3 hal yang mutlak dibutuhkan agar bisa bekerja dengan bahagia

  • Dave

    Mungkin hanya sedikit orang yang mengaitkan pekerjaan dengan kebahagiaan. Mengapa kebahagiaan dalam bekerja begitu penting?

  • Michael

    GPWT selama kurang-lebih 30 tahun telah melakukan penelitian dan analisis tentang kebahagiaan dalam bekerja, terhadap 10 juta karyawan dari 10 ribu perusahaan di 98 negara.

    Data kami menunjukkan bahwa perusahaan yang memberikan pengalaman bekerja yang menyenangkan bagi karyawannya mendapatkan keuntungan finansial yang lebih besar dibandingkan perusahaan yang karyawannya kurang bahagia.

    Bahkan untuk perusahaan yang baru berdiri dan karyawannya hanya memiliki pengalaman kerja rata-rata pun, bisa mendapatkan keuntungan finansial yang tinggi selama 5 sampai 7 tahun pertama.

    Tetapi untuk perusahaan yang telah berdiri lebih dari 20 tahun, tidak bisa seperti itu. Bisa atau tidaknya perusahaan menghasilkan performa yang bagus dalam jangka waktu yang panjang akan tergantung pada seberapa baik perusahaan tersebut memperlakukan karyawannya.

  • Dave

    Poin apa yang perlu diperhatikan untuk mewujudkan “kebahagiaan dalam bekerja”?

  • Michael

    Ada 3 elemen yang dibutuhkan untuk mewujudkan kebahagiaan dalam bekerja, yaitu “Tujuan”, “Penghargaan”, dan “Keadilan”.

    Tujuan, berarti karyawan baru memahami tujuan organisasi dan memiliki penilaian yang sama dengan perusahaan.

    Penghargaan, berarti pemimpin perusahaan harus bisa berkomunikasi secara nyata dengan karyawannya, sehingga “semua karyawan merasa dihargai secara individu”.

    Kemudian yang paling penting adalah keadilan. Karyawan perlu diperlakukan secara adil, terlepas dari posisi mereka dalam perusahaan.

  • Dave

    Apa yang harus dijaga oleh seorang pemimpin agar 3 hal tersebut bisa diterapkan dalam tim?

  • Michael

    Pemimpin perusahaan harus menyadari bahwa para karyawan adalah manusia yang memiliki perasaan. Karena tentunya siapa saja ingin bekerja dengan orang yang mudah diajak bekerja sama.

    Tidak perlu menjadikan rekan kerja sebagai sahabat. Tetapi yang penting adalah bisa bekerja sama dengan baik untuk menyelesaikan pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan seorang diri.

    Bekerja dengan orang yang bisa memberikan perhatian kepada orang lain akan menumbuhkan rasa bangga pada perusahaan, dan membuahkan hasil kerja yang baik karena akan saling membantu.

    Rasa kebersamaan ini berbeda dengan perasaan ketika memakai kaos dengan logo perusahaan yang sama. Perusahaan yang bisa memikat karyawannya tidak hanya dengan penghargaan finansial seperti bonus atau kesejahteraan, adalah “perusahaan yang menyenangkan untuk bekerja”.

Michael C. Bush. CEO dari Great Place to Work, perusahaan yang menganalisis dan meneliti perusahaan yang menyenangkan untuk bekerja. Mempublikasikan ranking seperti 「Fortune 100 Best Companies to Work For」, dll. Sejak menjadi CEO, di tahun 2015, Michael mengembangkan misi Great Place to Work untuk menjadikan dunia lebih baik dengan menjadikan tempat kerja menjadi lebih nyaman bagi semua orang. Michael juga menjadi “dewan penasihat bisnis gedung putih” bagi Obama, ketika masih menjabat sebagai presiden Amerika. Buku Michael terbaru yang berjudul “A Great Place to Work (tahun 2018)”, menekankan tentang keuntungan menciptakan tempat kerja yang menyenangkan secara finansial dan sosial. Michael juga sering diminta berbicara tentang pentingnya tempat kerja yang menyenangkan, keberagaman di tempat kerja, pentingnya melibatkan karyawan dalam proses produksi, kebahagiaan dalam tempat kerja, dan hubungannya dengan keuntungan perusahaan.

Inovasi muncul karena adanya “partisipasi dari semua orang”. Tidak ada orang yang menjadi hebat karena kemampuannya sendiri

  • Dave

    Saya telah mengerti pentingnya berbagi tujuan yang sama dan memiliki kebanggaan tersendiri.

    Di Cybozu Amerika, kami menyebutnya dengan teamwork. Apa yang bisa dilakukan oleh organisasi untuk memperkuat teamwork?

  • Michael

    Saya senang anda menanyakan hal tersebut, karena teamwork adalah kunci dalam menjalankan pekerjaan.

    Tim dengan teamwork yang baik memiliki anggota yang berpikir bahwa pendapatnya bisa memberikan kontribusi pada kinerja tim.

    Sedangkan tim yang tidak efektif adalah tim yang beberapa anggotanya merasa bahwa “kemampuan anggota yang lain lebih rendah dibandingkan dirinya”, sehingga mereka tidak mengambil langkah terbaik, tetapi mengambil jalan pintas yang lebih cepat.

    Yang dibutuhkan oleh tim seperti ini adalah inovasi. Hasil yang inovatif hanya bisa didapatkan melalui partisipasi semua anggota tim.

  • Dave

    Tetapi kelihatannya tidak mudah untuk menciptakan kondisi seperti itu, ya.

Dave Landa. CEO dari Kintone Corporation (Cybozu Amerika). Pelopor dari strategi pengembangan bisnis berbasis cloud yang banyak digunakan oleh penyedia layanan software as a service (Saas) sejak tahun 2004. Dave juga menjadi pemicu pertumbuhan bisnis yang cepat pada perusahaan Fortune 500 (Ball Corporation) dan juga pada perusahaan startup (Blue Rice, SPG Solution, Electric Run). Selain itu, Dave juga berperan penting dalam memandu perusahaan yang masih dalam proses penawaran saham perdana (Active Network). Di 2019, Dave bergabung dengan dewan teknologi Forbes, dan secara teratur menerbitkan artikel mengenai transformasi digital, kepemimpinan dan kebahagiaan di tempat kerja.

  • Michael

    Betul. Anda bisa memanfaatkan rapat mingguan. Pertanyaan penting yang bisa diajukan oleh pimpinan ada 2, yaitu

    (1)Apa hal terburuk yang terjadi di minggu lalu (apa yang ingin diperbaiki)?
    (2)Apa hal terbaik yang terjadi di minggu lalu?

     

    Yang dituntut dari seorang pemimpin adalah bisa menciptakan ikatan kepercayaan yang kuat di dalam tim. Anggota tim harus bisa menyampaikan ide mereka secara nyaman, tidak takut dihakimi atau dianggap bodoh oleh orang sekelilingnya.

    Idealnya, semua anggota bisa berpartisipasi ketika melakukan brain storming ide-ide baru.

    Berdasar penelitian selama ini, telah diketahui bahwa perusahaan dengan teamwork terbaik adalah perusahaan yang meminta partisipasi dari semua anggota tim dalam berinovasi.

  • Dave

    Saya rasa ada perbedaan antara inovasi yang merupakan hasil partisipasi semua orang, dengan inovasi yang sering dikatakan oleh orang pada umumnya.

    Secara umum, orang menganggap bahwa inovasi dihasilkan oleh perorangan. Apakah pendapat ini salah?

  • Michael

    Inovator yang namanya tercatat dalam sejarah sekali pun tidak bisa mencapai keberhasilannya seorang diri. Bahkan inovator sekelas Einstein pun membutuhkan bantuan.

    Penelitian kami menunjukkan bahwa inovasi yang hebat muncul berkat adanya kerja sama tim.

    Pemimpin tidak boleh hanya mendukung beberapa individu saja, tetapi harus berpikir bahwa siapa pun bisa menjadi inovator. Semua anggota harus menyumbangkan ide, melakukan uji coba dan eksperimen berulang-ulang, serta melakukan verifikasi hipotesis.

  • Dave

    Ini berhubungan dengan elemen penghargaan dan keadilan yang merupakan syarat kebahagiaan, ya.

  • Michael

    Betul. Organisasi yang anggotanya bekerja sambil merasa “dihargai dan diperlakukan dengan adil” akan memiliki kemampuan beradaptasi dan kecepatan respon yang baik. Ada kecenderungan juga para anggotanya akan mempercayai pemimpinnya dan bersedia mendukung ide-ide yang baru dan berani.

    Sebaliknya, jika perusahaan hanya mendukung seseorang dan menjadikannya seperti pahlawan, maka ketika individu tersebut menyampaikan pendapatnya, anggota lain akan berpikir “apa untungnya buat saya?”, sehingga anggota tim tidak akan merasa bahwa mereka bagian dari inovasi dan enggan untuk terlibat.

    Ini sama seperti pahlawan di film Marvel yang kesepian dan hidupnya tidak bahagia.

Jika transparansi dan tujuan organisasi bisa saling terkait, masukan yang diberikan akan menjadi umpan balik, dan tidak dianggap sebagai komentar yang menyerang secara individu

  • Dave

    Di Cybozu Amerika, untuk “mewujudkan masyarakat yang solid dengan teamwork”, kami sangat berhati-hati agar bisa “memiliki tujuan yang sama”, “menghormati keberagaman individu”, “adil”, serta “mandiri dan bertanggung jawab”.

    Akhir-akhir ini saya sering mendengar istilah “transparansi radikal”. Apakah dalam penelitian GPTW pernah ditemukan hubungan antara transparansi dan kebahagiaan? Apakah jika perusahaan lebih transparan, maka karyawannya akan lebih bahagia?

  • Michael

    Menurut saya, transparansi radikal, atau yang akhir-akhir ini sering disebut sebagai “keterbukaan radikal”, adalah pola pikir yang tidak masuk akal.

    Karena orang yang memberikan umpan balik secara brutal dan tanpa basa-basi, biasanya orang yang jarang menerima masukan. Orang seperti ini biasanya adalah orang yang memiliki kekuasaan, yang menikmati kekuasaan tetapi tidak menginspirasi orang lain.

    Seandainya saya berkata dengan jujur bahwa “cash flow adalah segalanya bagi perusahaan”, apakah ini akan menambah motivasi karyawan dalam bekerja? Jadi bisa dikatakan bahwa transparansi tanpa tujuan adalah hal yang tidak begitu berharga.

  • Dave

    Betul sekali.

  • Michael

    Di dunia nyata, kita harus menyampaikan kebenaran agar orang bisa memahami tindakan yang kita lakukan, dan keterkaitannya dengan tujuan organisasi.

    Jika transparansi dan tujuannya sudah saling terhubung, maka ketika ditegur “pekerjaannya tidak memuaskan”, orang tersebut bisa memahaminya maksudnya bahwa “dia belum mengeluarkan kemampuannya dengan maksimal untuk mencapai tujuan bersama”.

    Dan ucapan tersebut tidak dianggap sebagai komentar yang menyerang secara pribadi, tetapi sebagai umpan balik.

    Transparansi bisa berpengaruh pada kebahagiaan, ketika transparasi tersebut ditunjukkan secara adil.

  • Dave

    Mohon bisa diberikan contoh detailnya.

  • Michael

    Misalnya pimpinan perusahaan datang ke petugas resepsionis dan mengatakan ini.

     

    “Branding perusahaan dimulai sejak ada orang yang menginjakkan kakinya ke pintu masuk kantor, dan tugas petugas resepsionis adalah menunjukkan seperti apa perusahaan kita, serta membuat konsumen tertarik dengan produk dan perusahaan kita. Pekerjaan anda sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan. Oleh karena itu, pekerjaan anda sebagai petugas resepsionis sangatlah penting. “

     

    Jika mendapat pesan seperti itu, orang akan merasa pekerjaannya sudah sesuai dengan tujuan organisasi, dihargai, dan diperlakukan dengan adil, bukan? Di sini 3 elemen kebahagiaan telah terpenuhi.

    Namun jika petugas tersebut tidak diberi penjelasan terlebih dahulu tentang pentingnya tugas seorang resepsionis dan kebetulan mendengar pimpinannya menjelaskan tujuan organisasi kepada orang lain, dia hanya akan tahu bahwa perusahaan ini menjaga transparansinya, tetapi tidak bisa merasakan kebahagiaan dari pekerjaannya.

     

Generasi milenial lebih mementingkan “pengalaman kerja sebagai karyawan” dibandingkan brand

  • Dave

    Apakah ada kegiatan di dunia ini yang dilakukan untuk membahagiakan karyawan?

  • Michael

    Banyak perusahaan yang memberikan pengalaman kerja sebagai karyawan, agar calon karyawan bisa merasakan apa yang dirasakan oleh karyawan di tempat kerja.

    Berdasarkan penelitian, hal yang mempengaruhi keputusan generasi milenial dalam menentukan tempat kerjanya adalah “program pengalaman kerja sebagai karyawan”.

    Tidak ada lulusan fakultas teknik yang berpikir “ada brand Google, jadi ingin kerja di Google”. Mereka lebih mementingkan program pengalaman kerja dibandingkan brand.

    Sekitar 70% perusahaan telah berupaya untuk memperbaiki program pengalaman kerja sebagai karyawan, sedangkan sisanya yang 30% sama sekali tidak memedulikannya.

  • Dave

    Apakah ada kebijakan penting untuk meningkatkan program pengalaman kerja sebagai karyawan?

  • Michael

    Saya bisa memberikan jawaban yang pasti. Jika dibandingkan antara pemimpin yang menghargai karyawannya dengan kesejahteraan level tertinggi di dunia, kesejahteraan tidak bisa menang. Sejak awal hasilnya sudah terlihat dengan jelas.

    Jika karyawan ingin menciptakan lingkungan yang membuatnya bahagia, dia bisa menyampaikannya kepada pimpinan.

    Di perusahaan yang ada di Silicon Valley, banyak orang yang mau bekerja full time secara efektif dengan gaji yang lebih sedikit dibandingkan bekerja dalam waktu pendek dari jam 10 pagi sampai jam 2 siang dengan gaji yang tinggi tetapi tidak efektif.

    Meskipun demikian, perusahaan tetap harus memberi program tunjangan yang sesuai dengan nilai dan tujuan perusahaan. Contohnya, jika Anda fokus pada keadilan, maka harus ada aturan yang mengatur cuti mengasuh anak dan merawat orang tua.

  • Dave

    Banyak perusahaan yang mempromosikan kesejahteraan yang akan diperoleh jika bekerja di perusahaannya, tetapi jarang perusahaan yang mempromosikan pemimpin perusahaannya. Bagaimana caranya agar kita bisa mengetahui pemimpin seperti apa yang akan kita temui sebelum bergabung dengan perusahaan tersebut?

  • Michael

    Di zaman sekarang ini, orang cenderung ingin memilih siapa yang menjadi pemimpinnya. Setahu saya, paling sedikit ada 4 startup yang mengerjakan pengembangan platform agar para karyawan bisa memasang informasi pemimpinya.

    Dan generasi minelial menyukai cara seperti ini. Mereka ingin bekerja dengan pemimpin yang memberikan tugas yang menantang, mau memberikan umpan balik, mau mendengarkan pendapatnya, dan mau mengajari merek agar berkembang,

    Generasi muda mudah untuk meminta “Saya akan bekerja dengan Mrs. A. Mohon informasinya tentang Mrs. A” melalui platform.

    Perusahaan yang memahami hal tersebut akan memberikan informasi mengenai Mrs. A meskipun masih dalam proses rekrutmen. Misalnya “90% bawahan Mrs. A menjawab ingin bekerja dengan beliau dalam jangka waktu yang panjang. Alasannya….”

    Perusahaan sedang menuju ke arah itu.

Perlihatkan “sisi manusiawi” ketika sedang menghadapi kondisi krisis

  • Dave

    Saat ini, akibat virus COVID-19 banyak orang yang harus WFH. Apakah Anda punya pandangan atau ide bagaimana cara mempertahankan keterlibatan dan kebahagiaan karyawan di saat mereka harus bekerja dari rumah?

  • Michael

    Berdasar survei kami, yang paling dikhawatirkan oleh para karyawan adalah kesehatan mental dan fisik. Yang kedua adalah perawatan anak dan manula. Kemudian berikutnya adalah keluarga, orang-orang disekitarnya, masyarakat secara keseluruhan, dan yang terakhir adalah uang.

    Hal ini tidak akan berubah, meskipun anda bekerja di bidang kebutuhan hidup seperti bidang medis atau logistik, WFH, atau di kondisi darurat seperti yang dialami kali ini pun, hal tersebut tetap tidak berubah.

    Meskipun uang sering dibicarakan, tetapi di penelitian kami posisinya berada di urutan paling akhir. Uang sering dibicarakan karena paling mudah dibahas, dan terkadang uang bisa langsung mengatasi masalah yang kita hadapi.

    Tetapi bukan berarti menjadi hal yang paling dikhawatirkan oleh para karyawan. Para pemimpin perlu memahami hal ini.

  • Dave

    Apakah ada yang bisa dilakukan oleh pemimpin terkait “kesehatan mental dan fisik” yang paling dikhawatirkan oleh karyawan?

  • Michael

    Yang terpenting adalah karyawan bisa merasa bahwa “pemimpin mau mendengarkan pendapatnya dan memahaminya.

    Saya menyarankan untuk melakukan konferensi video minimal 1 minggu sekali dengan para anggota. Isinya bukan hal-hal yang bersifat formalitas, tetapi bisa diisi dengan materi yang nyata.

    Misalnya CEO mengatakan “Saya mengkhawatirkan kondisi ibu saya yang tempat tinggalnya jauh, karena tidak bisa bertemu dengannya akibat virus Corona.”. Karyawan yang mendengarnya akan merasa bahwa pimpinannya juga berada di kondisi yang sama seperti dirinya, dan memiliki sisi yang manusiawi.

  • Dave

    Betul sekali.

  • Michael

    Bisa juga mengadakan meeting online secara rutin, dan meminta para peserta untuk menceritakan kondisinya akhir-akhir ini selama 1 menit. Tidak perlu khawatir jika ada anak-anak atau hewan peliharaan yang ikut tertangkap kamera. Tunjukkan saja sisi manusiawi anda.

    Persilakan mereka untuk mengajukan pertanyaan, dengarkan apa yang menjadi kekhawatiran karyawan, dan pikirkan solusinya bersama-sama. Jika ada karyawan yang merasa kesepian, siapkan waktu sekitar 15 menit selama beberapa kali dalam sehari untuk melakukan sesi video call pribadi, dan nikmatilah obrolan online sambil minum teh. Mungkin anda akan mendapatkan petunjuk dari situ.

    Pemimpin yang setiap minggu rutin berkomunikasi dengan karyawannya akan mendapatkan manfaat yang besar. Dan saya sebenarnya terkejut mengapa begitu banyak pemimpin yang tidak mau mengadakan komunikasi rutin dengan karyawannya?

  • Dave

    Di Cybozu Amerika, setiap hari Selasa jam 10 karyawan berkumpul di office atau secara online untuk menceritakan kondisinya saat ini selama 1 menit. Saat ini semua karyawan sedang WFH, sehingga di monitor akan muncul kurang-lebih 50 wajah,

    Setelah pandemi ini, kami jadi lebih sering menceritakan kehidupan pribadi dibandingkan sebelumnya. Oleh karena itu, kami juga mengadakan acara minum-minum bersama secara online atau breakout session dengan beberapa orang, dan mendapatkan sambutan yang baik dari semua orang.

  • Michael

    Ini adalah contoh sebuah keberhasilan, ya. Anda telah mempertahankan koneksi sosial dengan menggunakan teknologi. Ini sangat penting.

    Saya angkat topi atas keberhasilannya dalam menjalankan kegiatan yang luar biasa ini. Saya harap perusahaan yang lain juga bisa mengikuti jejak anda.

  • Penulis : Alex Steullet / Penerjemah : Ferguson Marie, Mina Samejima / Eye Catch : Dan Takahashi

SNS Share