Platform kerja tim kintone

Keluarga dan Pekerjaan

21.Dec.2020 11:03

Reformasi kerja, mengapa tidak menyenangkan?

Kami tidak ingin menjadi ayah yang hanya bisa melihat wajah anaknya setelah mereka tertidur, sehingga berbagi tugas dengan “tim pengasuh anak”—Sudut pandang pengelola perusahaan Novartis, FJ, dan Cybozu mengenai pengasuhan anak.

Bertepatan dengan lahirnya anak ke-2, Mr. Kazunari Tsunaba selaku President Novartis Pharma yang merupakan sebuah perusahaan multinasional obat-obatan, mengumumkan untuk mengambil cuti mengasuh anak mulai bulan Februari 2018.

Oleh karena itu, di kesempatan ini Cybozu Style mengundang Mr. Tsunaba, Mr. Tetsuya selaku Chief Representative Fathering Japan yang berpengalaman sebagai papa senior, dan Mr. Yoshihisa Aono selaku CEO Cybozu yang sudah menjadi ayah selama 7 tahun dan mendapatkan cuti mengasuh anak yang ke-3, untuk berbincang-bincang mengenai ikumen (pria yang mengasuh anak) atau dalam hal ini “ikuboss (boss yang mengasuh anak)”.

Pembicaraan berlangsung cukup meriah, karena tema yang diangkat sangat mengena bagi masing-masing orang, seperti keuntungan mengambil cuti mengasuh anak bagi pengelola perusahaan, masalah yang muncul saat membagi tugas dengan pasangan dalam mengasuh anak, dan bagaimana caranya mengaitkan dan menjalankan pekerjaan rumah tangga dan Asosiasi Orang Tua dan Guru (PTA / Parent-Teacher Association) dengan pekerjaan.

Kami tidak mau menjadi ayah yang hanya bisa melihat wajah anak yang tertidur, sehingga berbagi tugas dengan “tim pengasuh anak”.

  • Yoshihisa Aono

    Saya mendengar bahwa Mr. Tsunaba akan mengambil cuti mengasuh anak mulai bulan Februari. Bagaimana dengan pekerjaan anda sehari-hari?

  • Tsunaba

    3 hari dalam seminggu saya ada jamuan makan malam dengan rekan bisnis, sehingga 2 hari di antaranya saya usahakan agar bisa pulang cepat.

    Walaupun tetap saja saya baru bisa pulang jam 19.30. Tetapi meskipun ada jamuan makan malam, saya sudah pulang ke rumah sebelum anak saya tidur.

  • Ando

    Karena anda tidak ingin menjadi ayah yang hanya bisa melihat wajah anaknya setelah tertidur, ya?

  • Tsunaba

    Betul sekali. Saya ingin mengantarkannya tidur. Kemudian pagi harinya saya juga bertugas untuk mengantarnya ke tempat penitipan anak.

Kazunari Tsunaba. President Novartis Pharma. Tahun 1994 lulus dari fakultas ekonomi Universitas Tokyo, dan di tahun 2001 mendapatkan gelar MBA dari Universitas Duke di Amerika. Setelah itu bekerja di Eli Lilly and Company di Amerika, dan mendapatkan pengalaman di bidang sales dan marketing. Pernah menjabat sebagai BU Head di Diabetes Business Unit di kantor cabang Jepang, dan permah menjabat juga sebagai CEO di kantor cabang Australia dan New Zealand. Mulai bulan April 2017 menduduki jabatannya saat ini. Rencananya akan mengambil cuti mengasuh anak selama 2 minggu mulai Februari 2018, bertepatan dengan lahirnya anak ke-2.

  • Tsunaba

    Ngomong-ngomong saya ingin bertanya pada para senior yang sudah menjalankan ikuboss. Apakah semua rumah mengalami kekacauan di pagi dan sore hari? Karena ternyata jauh lebih berat dari yang saya bayangkan…

  • Yoshihisa Aono

    Saya rasa begitu (sambil tertawa). Saya juga bertugas untuk mengantarkan anak ke tempat penitipan anak, dan setiap hari seperti perang.

Yoshihisa Aono. CEO Cybozu. Lahir pada tahun 1971 di kota Imabari, prefektur Ehime. Setelah lulus dari Universitas Osaka, sempat bekerja di Matsushita Electric Works (saat ini berganti nama menjadi Panasonic), kemudian mendirikan Cybozu di kota Matsuyama, prefektur Ehime di bulan Agustus tahun 1997. Mulai bulan April 2005 hingga saat ini menjabat sebagai CEO. Melakukan perubahan pada gaya kerja di dalam perusahaannya sehingga berhasil menurunkan angka turnover menjadi 1/6, dan sebagai bapak 3 anak pernah mengambil cuti mengasuh anak sebanyak 3 kali. Mulai tahun 2011 melakukan cloud computing system pada bisnisnya. Menjadi anggota “Masa Depan Cara Kerja 2035” Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, dan menjabat sebagai wakil ketua CSAJ (Computer Software Association of Japan). Penulis buku『Hanya Bisa Sedikit!』(Bunshun Shinsho),『Hanya Memikirkan tentang Tim』(Diamond Inc.), dll.

  • Yoshihisa Aono

    Kemudian bulan November tahun lalu istri saya sakit, sehingga harus opname di rumah sakit. Selama 10 hari, saya harus merawat dan menyiapkan makanan bagi anak berusia 7, 5, dan 2 tahun, serta harus merawat yang sakit. Saat itu benar-benar menjadi masa yang sulit bagi saya.

  • Ando

    Wah, pasti berat sekali.

Tetsuya Ando. Chief Representative Fathering Japan. Representative Director organisasi nonprofit Tiger Mask Foundation. Lahir pada tahun 1962. Ayah dari 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan. Setelah berganti pekerjaan sebanyak 9 kali di kantor penerbit, toko buku, perusahaan IT dll, mendirikan Fathering Japan di tahun 2006. Aktif mengadakan kegiatan di seluruh Jepang seperti menyelenggarakan pelatihan dan seminar di perusahaan sebanyak 200 kali per tahun karena “ingin memperbanyak bapak-bapak yang bisa menemukan kenikmatan dalam mengasuh anak, bekerja dan menjalani hidup”, dan membuat “Proyek buku cerita bergambar bersama Papa”.

  • Yoshihisa Aono

    Dan sebagai pelengkapnya, anak saya yang paling kecil terkena konjungtivitis (peradangan selaput mata), sehingga tidak bisa dititipkan di tempat penitipan anak… Akhirnya saya bawa ke kantor, dan dijaga bergantian oleh para karyawan.

  • Tsunaba

    Anak saya juga musim panas tahun kemarin terkena flu Singapura dan infeksi adenovirus, sehingga masuk angin terus. Saya juga sering mengantarnya ke rumah sakit.

  • Ando

    Sakit memang menjadi salah satu masalah dalam mengasuh anak. Akhir-akhir ini semakin banyak bapak-bapak yang mengantar anaknya ke dokter anak, dan saya rasa itu dalah hal yang bagus. Kalau bapak-bapak bisa mengurus anaknya dengan baik, ibu-ibu tetap bisa berangkat kerja dari pagi meskipun anaknya sakit.

    Jika masyarakat benar-benar berharap para wanita bisa berperan secara aktif, ini menjadi hal yang penting.

  • Tsunaba

    Bicara tentang mengasuh anak yang sakit, dulu di video yang dibuat oleh Cybozu(※)juga ada adegan anak yang sedang sakit, ya?

  • Yoshihisa Aono

    Video yang dipublikasikan di tahun 2014, ya.

  • Tsunaba

    Kemarin saya melihatnya kembali dan merasa bersalah.

    Ketika memikirkan “planning” dan “operation” dalam mengasuh anak, ternyata “semua planning hanya dikerjakan oleh istri saya!”

  • Yoshihisa Aono

    Maksudnya planning itu bagaimana, ya?

  • Tsunaba

    Mungkin ini sedikit berlebihan, tapi misalnya ketika ada anak yang sakit, saya tidak memikirkan siapa yang akan menjemputnya.

    Saya jadi tersadar bahwa saya hanya mengerjakan “separuhnya saja”, yaitu bagian “operation”nya. Itupun saya tidak yakin sudah mencapai 40%, karena banyak tugas luar kota…

  • Ando

    Mungkin anda tidak perlu terbebani sampai sejauh itu. Karena keluarga adalah ABK di kapal yang sama. Masing-masing bisa mengerjakan bagian yang dikuasainya, seperti mengatur mesin atau menyiapkan makanan.

  • Tsunaba

    Begitu, ya.

  • Ando

    Sama seperti mengelola perusahaan, keluarga juga dipikirkan sebagai tim yang bernama keluarga. Saya rasa planning juga tidak masalah jika diserahkan kepada yang mampu melakukannya.

  • Tsunaba

    Betul juga ya, karena sejauh ini baik saya maupun istri tidak pernah mempermasalahkan posisi yang seperti ini. Jadi kita bisa berbagi tugas sebagai “tim pengasuh anak”, ya.

  • Ando

    Karena jika kita mengasuh anak sendirian, ada kecenderungan untuk melihat sesuatu secara mikroskopik, yang hanya memikirkan tentang hari ini atau hari berikutnya saja.

    Dengan berbagi tugas bersama pasangan, jika salah satunya bisa memiliki pandangan yang teleskopik, keseimbangannya akan terjaga.

Jika “pekerjaan dan mengasuh anak” dipikirkan sebagai hal yang bertentangan, akan muncul ketidakseimbangan. Hidup bisa berjalan lebih baik dengan “work life balance ala hotpot”.

  • Tsunaba

    Saya dan istri menginginkan anak yang banyak. Tapi kami juga khawatir akan kehilangan waktu untuk diri sendiri. Misalnya jadi sulit untuk menyediakan waktu untuk olah raga sehari-hari atau untuk hobi.

  • Ando

    Anda mungkin perlu sedikit menahannya, tapi hobi jangan sampai dihilangkan sama sekali. Ada ataupun tidak ada anak, kita perlu menghilangkan stress. Oleh karena itu, saya juga tidak berhenti untuk main band.

  • Tsunaba

    Apakah ada ketentuan khusus yang ditetapkan dengan pasangan anda?

  • Ando

    Ketika saya mendapatkan waktu bebas di luar kegiatan mengasuh anak, di hari yang lainnya saya pasti akan memberikan waktu bebas juga kepada istri saya.

    Jika kami berdua terlalu tegang untuk “bekerja keras demi mengasuh anak!” tanpa beristirahat, nantinya malah akan kelelahan.

  • Tsunaba

    Begitu, ya. Kalau Mr. Aono apakah masih tetap melanjutkan hobinya?

  • Yoshihisa Aono

    Kalau softball saya sudah tidak melakukannya karena menghabiskan waktu, tapi teman-teman di Asosiasi Orang Tua dan Guru mengajak saya untuk bermain basket di gedung olah raga SD.
    Ini hanya memakan waktu 1-2 jam dan bisa langsung pulang, serta saya juga bisa mengajak anak. Dengan menyeleksi apa yang akan dilanjutkan, kita jadi bisa menghilangkan stress yang ada pada diri kita.

  • Ando

    Kalau kita berusaha untuk menjaga keseimbangan dengan berpikir bahwa “hobi atau mengasuh anak” maupun “pekerjaan atau mengasuh anak” sebagai hal yang bertentangan, pasti akan muncul ketidakseimbangan. Dan tidak hanya dalam hal mengasuh anak, hidup ini lebih baik dijalankan dengan “work life balance ala hotpot”.

    Hotpot rasanya nikmat karena diisi dengan berbagai macam bahan makanan. Oleh karena itu, hidup juga akan lebih enak jika diisi dengan banyak hal seperti pekerjaan, mengasuh anak, hobi, kegiatan daerah dan kegiatan Asosiasi Orang Tua dan Guru.

  • Tsunaba

    Asosiasi Orang Tua dan Guru, ya. Saya pikir itu masih lama, sehingga saya tidak pernah memikirkannya sama sekali.

  • Yoshihisa Aono

    Saya juga bergabung ke Asosiasi Orang Tua dan Guru atas saran Mr. Ando.

  • Ando

    Daripada membayar uang untuk belajar dan mendapatkan gelar MBA, lebih baik menjadi Ketua Asosiasi Orang Tua dan Guru karena kita bisa belajar dengan gratis.

  • Yoshihisa Aono

    Betul. Meskipun masih pemula, saya merasa ini cukup menarik.

  • Ando

    Sebagian besar pengurus Asosiasi Orang Tua dan Guru adalah wanita, dengan profesi yang beragam. Selain ibu rumah tangga, ada juga ibu yang bekerja secara part time maupun full time.

    Jika menjadi ketua, anda harus bisa mengkoordinasikan orang-orang dengan gaya hidup yang berbeda tersebut, dan di luar dugaan ini merupakan hal yang sulit.

    Kemampuan manajemen dengan sudut pandang yang berbeda dengan perusahaan akan terlatih, sehingga “orang yang sudah pernah menjadi ketua Asosiasi Orang Tua dan Guru akan mudah mengelola perusahaan!”, dan menjadi manajer yang handal.

  • Tsunaba

    Begitu, ya. Nanti kalau anak saya sudah besar, mungkin saya akan mencobanya juga.

Ini adalah hal yang perlu diketahui oleh orang-orang yang tidak suka melakukan pekerjaan rumah tangga. “waktu mengerjakan pekerjaan rumah tangga adalah waktu kreatif terbaik karena isi kepala kita menjadi kosong”

  • Ando

    Kalau pendapat saya pribadi, “Semakin banyak anak, keterbatasan waktunya juga akan semakin banyak. Kita tidak bisa mengerjakan semuanya dengan mengerahkan segenap tenaga, sehingga curahkan saja sekitar 70% agar kita masih bisa menikmatinya”.

    Kemungkinan pekerjaan juga akan sulit jika semuanya dilakukan dengan cara yang sama seperti selama ini. Mutu secara keseluruhan memang perlu ditingkatkan, tetapi kesempuraannya bisa diturunkan sedikit.

    Karena kalau kita tidak bisa mencapa hasil yang diinginkan dan merasa jengkel atau jadi tidak bisa tertawa, anak juga pasti akan merasakannya. Mr. Aono waktu anak pertama juga begitu, kan?

  • Yoshihisa Aono

    Dulu saya full mode kerja selama 24 jam. Bahkan ketika sedang melakukan pekerjaan rumah tangga atau mengasuh anak pun, saya berpikir “seharusnya saya bisa memanfaatkan waktu ini untuk bekerja”.

  • Tsunaba

    Mungkin itulah yang saya alami saat ini.

  • Ando

    Tapi ketika jumlah anak bertambah, bebannya tidak menjadi 1+1=2 melainkan akan berkurang.

    Kita sudah lebih berpengalaman dan anak yang lebih besar bisa membantu, sehingga beban kita akan berkurang.

  • Yoshihisa Aono

    Ketika lahir anak pertama, saya merasa terbebani secara psikologis. Karena baru pengalaman pertama, sehingga saya tidak tahu apa-apa. Kemudian ketika lahir anak ke-2, secara psikologis sudah lebih tenang, tetapi fisiknya yang tidak kuat. Waktu bebasnya juga tidak ada sama sekali.

    Tapi untuk anak ke-3, saya jadi sudah “pasrah”. Angkat tangan deh (sambil tertawa)

  • Ando

    Karena tidak mungkin melakukan semuanya secara sempurna, kita jadi tahu harus memberi kelonggaran di mana, ya.

  • Yoshihisa Aono

    Cara saya dalam memanfaatkan waktu jadi berubah. Ngomong-ngomong, ide Mr. Ando tentang “waktu mengerjakan pekerjaan rumah tangga adalah waktu kreatif terbaik”, benar-benar pemikiran yang luar biasa.

  • Tsunaba

    Maksudnya bagaimana, ya?

  • Ando

    Kalau kita berada di depan komputer, kita akan fokus terhadap pekerjaan yang kita lakukan dan terlalu banyak informasi yang masuk, sehingga tidak cocok untuk berpikir.

    Tapi selama mengerjakan pekerjaan rumah tangga, kepala kita kosong meskipun tangan kita tetap bergerak. Di saat-saat seperti itu, biasanya akan muncul ide-ide bagus.
    Karena bisnis yang berhasil di Fathering Japan kebanyakan idenya muncul di saat mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

  • Yoshihisa Aono

    Kalau saya, dulu menjemur baju adalah waktu yang sangat menyiksa bagi saya. Tetapi saat ini saya merasa bahwa waktu menjemur 10 menit ini pas untuk digunakan sebagai waktu berpikir dengan serius.

    Jadi sekarang, begitu lihat baju yang sudah dicuci, rasanya ingin langsung menjemurnya. Saya tidak ingin istri saya yang mengerjakannya (sambil tertawa).

Seorang ayah lebih baik tetap bekerja tetapi waktunya diperpendek, daripada cuti mengasuh anak? Persiapan menghadapi era peningkatan lansia dan perawatan lansia melalui “ekosistem cara kerja”.

  • Yoshihisa Aono

    Sebenarnya selain cuti mengasuh anak, saya juga ingin memopulerkan “ayah yang tetap bekerja tetapi waktunya diperpendek”. Dalam kasus saya, istri saya lebih terbantu ketika saya bekerja dengan waktu yang diperpendek daripada mengambil cuti mengasuh anak.

  • Ando

    Saya juga sering mendengarnya dari para wanita.

  • Yoshihisa Aono

    Karena jika CEO perusahaan bisa pulang cepat di jam 4 sore, karyawan pria dan wanita yang memiliki anak jadi lebih mudah untuk pulang juga, sehingga mereka merasa nyaman untuk bekerja.

    Sudah tidak ada lagi suasana yang “tidak enak jika pulang lebih awal”.

  • Ando

    Tidak hanya wanita, tetapi meningkatnya pria atau boss yang mengambil cuti mengasuh anak juga merupakan salah satu bentuk keberagaman.

    Karena jika pengelola perusahaan yang memulainya, suasana di internal kantor akan berubah total. Mungkin cara kerja di dalam kantor juga ikut berubah, ya?

  • Yoshihisa Aono

    Betul, suasananya jadi berubah. Semua rapat penting akan diselesaikan sebelum jam 4 sore, sehingga orang yang waktu kerjanya diperpendek juga tetap bisa menghadirinya.

    Selain itu, jika waktu tidak berada di kantor semakin banyak, budaya untuk “saling berbagi informasi pekerjaan” menjadi hal yang wajar. Dengan begitu, tugas yang tidak bisa kita kerjakan akan dikerjakan oleh orang lain.

    Meskipun kelihatannya berlawanan, tetapi semakin banyak waktu tidak bersama di kantor, hubungan komplementer untuk saling melengkapi akan semakin kuat, sehingga jika dilihat secara keseluruhan, efisiensinya meningkat.

  • Ando

    Karena akan terbentuk “ekosistem cara kerja” dari organisasi secara keseluruhan, ya. Ini juga bisa menjadi persiapan terhadap era peningkatan lansia dan perawatan lansia.

  • Tsunaba

    Meskipun terkadang kita harus bekerja sampai malam, tetapi jika dalam kondisi normal kita tetap bisa pulang cepat karena jam kerjanya diperpendek. Ini akan menjadi hal yang menarik … Apa saya juga mencoba untuk pulang jam 4 sore, seminggu 2 kali, ya?

  • Ando

    Bagus sekali. Ini akan jadi kabar baik berikutnya setelah cuti mengasuh anak. Ditambah lagi, ketika kita sedang dalam proses mengasuh anak, kita bisa menyadari banyak hal meskipun sedang jalan cepat ketika sedang bekerja.

    Ada pemandangan kota yang baru terlihat setelah kita berjalan dengan menyamakan kecepatan kaki anak. Misalnya “ternyata wangi bunga daphne enak juga”.

  • Tsunaba

    Wah, saya masih belum bisa seperti itu. Ketika mengantar anak pun, saya hanya memedulikan bagaimana caranya bisa sampai dengan cepat ke tempat menitipkan anak menggunakan stroller.

  • Yoshihisa Aono

    Dulu saya juga begitu (sambil tertawa).

  • Ando

    Semua orang tua yang baru memiliki anak pasti akan melakukan segalanya dengan tergesa-gesa. Padahal seharusnya orang tua tumbuh bersama anaknya secara perlahan. Tidak perlu terburu-buru. Karena ini bukan pekerjaan.

    Kalau diibaratkan dengan kereta cepat, untuk urusan pekerjaan kita akan naik bullet train tipe Nozomi (hanya berhenti di stasiun besar). Tetapi saat mengasuh anak, kita hanya perlu naik tipe Kodama yang berhenti di tiap stasiun, sehingga bisa membeli bekal, mampir ke pemandian air panas di tengah-tengah perjalanan, dan melakukan apapun itu secara perlahan, agar bisa menikmatinya.

    Meskipun saya juga membutuhkan 3-4 tahun untuk sampai ke posisi saat ini (sambil tertawa).

  • Yoshihisa Aono

    Akhir-akhir ini ada saat-saat di mana saya jadi mengerti “Oo, inilah yang dimaksud Mr. Ando waktu itu ….”.

    Ketika saya berhenti untuk terburu-buru dan berusaha menyesuaikan diri dengan kecepatan anak, rasa letih saya hilang seketika, sehingga saya bisa menikmati kondisi saat ini. Sayang jika harus marah-marah terus.

“memisahkan pekerjaan dan mengasuh anak” adalah hal yang tepat jika kita hidup di zaman di mana hanya laki-laki yang bisa bekerja untuk mendapatkan penghasilan

  • Ando

    Ketika Mr. Aono mengambil cuti mengasuh anak atas kelahiran anak pertamanya di tahun 2010, Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang baru saja membuat proyek ikumen (pria yang mengasuh anak). Itu seperti membuka layar untuk zaman baru, yang menandakan bahwa orang laki-laki yang mengambil cuti mengasuh anak adalah hal yang umum.

  • Yoshihisa Aono

    Betul sekali. Mr. Hironobu Narisawa yang menjabat Kepala Kelurahan Bunkyo menjadi kepala kotamadya tertinggi yang pertama kali mengambil “cuti mengasuh anak bagi pria” dan menjadi berita, ya. Tapi 7 tahun setelah itu banyak perusahaan yang tidak melanjutkannya.

  • Tsunaba

    Di Novartis pun, 3 tahun terakhir ini tidak ada pejabat yang mengajukan cuti mengasuh anak, termasuk kantor cabang di luar negeri. Karena memang hampir tidak ada pejabat yang anaknya lahir.

    Mungkin orang seperti saya yang kebetulan anaknya lahir ketika menjadi President adalah hal yang langka, ya.

    Saya akan senang jika ada orang yang mengikuti jejak saya, terutama di dunia farmasi yang orang-orangnya tidak banyak mengajukan cuti mengasuh anak.

  • Ando

    Kalau menurut Mr. Aono, apa keuntungan yang didapat oleh pengelola perusahaan ketika mengambil cuti mengasuh anak?

  • Yoshihisa Aono

    Apa yang kita pelajari dari mengasuh anak dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga ternyata sangat berguna di pekerjaan. Saya yang dulu hanyalah seorang maniak komputer. Saya paham tentang dunia perangkat lunak, tetapi sama sekali tidak menguasai hal-hal di luar itu.

    Tetapi sekarang, saya jadi tahu tentang cara mengasuh anak, perawatan medis, dan kotamadya. Saya juga belanja ke supermarket seminggu sekali dan memasak, sehingga sedikit banyak jadi memahami tentang penjualan retail.

  • Ando

    Dengan menjadi orang tua, kita jadi melihat masyarakat melalui anak, sehingga sudut pandangnya juga menjadi sangat luas.

  • Yoshihisa Aono

    Jika pengetahuannya luas, kita jadi bisa berbicara dengan orang dari berbagai bidang, sehingga pengetahuan kita pun bertambah luas.

    Meskipun kita kehilangan waktu 1 jam untuk mengerjakan pekerjaan yang ada di depan mata, tetapi dengan semakin luasnya pengetahuan kita, ketertinggalan tersebut bisa dikejar.

    Saya juga jadi bisa mengambil keputusan dengan melihat masyarakat secara keseluruhan dibandingkan dulu. Saat ini saya malah berpikir untuk mempelajari hal-hal yang hanya bisa dipelajari saat ini dengan aktif.

  • Ando

    Menurut saya, anak adalah paspor bagi daerah sekitar. Berkat anak, akan terbentuk jaringan di daerah sekitar.

    Dalam kasus saya, meskipun saya telah berkomitmen untuk mengasuh anak, dalam setahun saya pasti tidak ada di rumah selama 100 hari karena ada perjalanan dinas.

    Ketika terjadi gempa besar di tanggal 11 Maret 2011, saya tidak bisa pulang dari Yokohama, dan dibantu oleh ayah teman anak saya. Itu benar2 menguatkan saya.

  • Yoshihisa Aono

    Akan terbentuk sebuah ikatan yang sama sekali berbeda dengan hubungan pekerjaan, ya.

  • Ando

    Laki-laki bisa melakukan apapun, selain melahirkan dan menyusui. Tetapi jika pekerjaan rumah tangga dan mengasuh anak dianggap sebuah kewajiban, itu menjadi tidak menarik. Kalau memang mau melakukannya, lebih baik dilakukan dengan senang hati.

  • Yoshihisa Aono

    Sangat disayangkan jika ada yang mengatakan “atasan saya tidak mau mengerti”.

  • Ando

    Di zaman di mana hanya laki-laki yang bekerja untuk mendapatkan penghasilan, memisahkan pekerjaan dan mengasuh anak adalah hal yang tepat, karena itu adalah jawaban yang benar di zaman itu.

    Tetapi untuk ke depannya, suami-istri yang bekerja menjadi hal yang umum. Dengan tim pengasuh anak, laki-laki yang ikut mengasuh anak dan melakukan pekerjaan rumah tangga secara aktif, seperti yang dikatakan oleh Mr. Aono tadi, akan memiliki wawasan yang luas dan bisa bermanfaat bagi pekerjaan. Saya berharap orang yang berada di posisi bos bisa memahami hal ini.

    Kali ini, dengan Mr. Tsunaba yang berasal dari dunia farmasi mengambil cuti mengasuh anak, telah menunjukkan bahwa hal tersebut bisa dilakukan selain di perusahaan IT. Saya berharap ini bisa diikuti oleh banyak perusahaan.

  • Tsunaba

    Cuti yang saya dapatkan kali ini adalah selama 2 minggu. CEO sendiri telah mengatakan kepada saya “silakan mengambil cuti lebih lama lagi”, dan untuk mempromosikan laki-laki yang turut serta dalam mengasuh anak dan aktif melakukan pekerjaan rumah tangga kepada orang-orang di perusahaan, saya perlu memikirkan kembali tentang periode cuti dan berbagai metode kerja. Karena saya ingin mempromosikan poin-poin ini juga.

  • Teks: Mai Tamayose, Penyunting: Nanae Matsuo / Note, Dokumentasi: Makoto Tochikubo

SNS Share